Saat ini tiga puluh empat persen penduduk di Indonesia merupakan generasi Milenial, apa generasi milenial itu? Generasi milenial merupakan, generasi yang lahir pada tahun 1981 hingga 2000. Dengan demikian generasi ini adalah mereka yang berumur 15 hingga 35 tahun.
Generasi yang tingkat produktifitasnya masih tinggi, masih aktif dan masih memiliki daya kreatifitas yang masih luar biasa. Dengan jumlah yang sedemikian besar, maka generasi milenial inilah yang mewarnai wajah penduduk Indonesia hari ini,
Studi tentang generasi milenial di dunia, terutama di Amerika sudah banyak dilakukan. Diantaranya studi yang dilakukan oleh Boston Consulting Group. (BCG) bersama University of Berkley tahun 2011 dengan mengambil tema American Millenial: Deciphering the Enigma Generation. Tahun sebelumnya, 2010 Pew Research Center juga merilis laporan riset dengan judul Millennials: A Portrait of Genaration Next.
Mengenal Generasi Millenial
Maka, berdasarkan penelitian–penelitain itu bisa kita jabarkan karakteristik generasi millenial pada beberapa poin yaitu, generasai millennial lebih percaya User Generated Content (UGC) daripada informasi sejarah.
Bisa dibilang generasi ini tidak percaya lagi pada distribusi informasi yang bersifat satu arah. Mereka lebih percaya pada UGC atau konten dan informasi yang dibuat oleh perorangan.
Mereka tidak percaya pada perusahaan atau iklan sebab mereka lebih mementingkan pengalaman pribadi ketimbang iklan atau review konvensional. Dalam hal pola konsumsi, banyak dari mereka memutuskan membeli produk setelah melihat review atau testimoni yang dilakukan oleh orang lain di internet. Mereka juga tak segan membagikan pengalaman buruk mereka terhadap suatu merek.
Generasi millennial lebih memilih ponsel dibanding televisi, karena generasi ini lahir di era perkembangan teknologi. Internet juga berperan penting dalam keberlangsungan kehidupan mereka.
Televisi bukan lagi prioritas generasi millennial untuk mendapatkan informasi. Bagi kaum millennial mereka cenderung menghindari iklan pada televisi. Generasi ini lebih suka mendapat informasi dari ponselnya dengan mesin pencarian misalnya seperti google atau perbincangan pada forum forum yang mereka ikuti, supaya mereka tetap up-to-date.
Generasi ini wajib memiliki media sosial karena komunikasi yang terjadi diantara generasi millennial tidak selalu terjadi dengan bertatap muka. Tapi justru sebaliknya, banyak dari kalangan millennial melakukan semua komunikasi melalui text messaging atau chatting dunia maya dengan membuat akun media sosial seperti twitter, facebook, line dan sebagainya.
Selain itu, akun media sosial ini dapat dijadikan sebagai tempat aktualisasi diri dan ekspresi, karena apa yang ditulis tentang dirinya adalah apa yang akan semua orang baca. Jadi, hampir semua generasi millennial memiliki medsos sebagi tempat berkomunikasi dan berekspresi.
Generasi millennial kurang suka membaca secara konvensional. Populasi orang yang suka membaca turun drastis pada generasi ini. Bagi generasi ini, tulisan dianggap sesuatu yang memusingkan dan membosankan. Mereka lebih suka melihat gambar apalagi jika gambar itu menarik dan berwarna.
Generasi ini dikenal sangat senang menghabiskan hidupnya di jejaring media daring. Generasi ini melihat dunia, tidak secara langsung melainkan mereka berselancar di dunia maya. Mulai dari berkomunikasi, berbelanja online dan mendapatkan informasi dan kegiatan lainnya. Sehingga tak jarang merekalah yang mengajarkan teknologi kepada orang tuanya.
Kids PMII Jaman Now
Dari kelima karakteristik itu, merupakan sebuah tantangan bagi kader-kader PMII jaman sekarang atau bisa kita sebut sebagai generasi kids PMII jaman now. Bagaimana cara kader –kader PMII untuk merangkul generasi milennial ini?
Sebenarnya ada tiga cara untuk merangkul generasi milennial ini, diantaranya yang pertama adalah dakwah atau melakukan komunikasi dengan menggunakan bahasa mereka, generasi ini sangat aktif dalam membicarakan tiga hal yaitu musik, film dan internet.
Gunakanlah bahasa mereka, jangan terus menerus membahas persoalan politik karena tidak akan langsung masuk ke mereka. Meskipun kita membicarakan tentang PMII tapi bungkusnya adalah tiga hal itu.
Generasi ini tidak suka dengan cara doktrinasi, mereka lebih suka dengan cara komunikasi dua arah seperti diskusi dan dialog tentu saja dengan menggunakan kader yang seumuran dengan dia tetapi dengan catatan kader itu sudah jauh lebih paham dibanding dia.
Kader-kader PMII harus aktif di media sosial, jika ingin menulis status lima kali dalam sehari sehari. Satu atau dua statusnya harus tentang amaliyah PMII atau esensi ber-PMII. Mungkin kader kader PMII bisa menginisiasi gerakan satu status setiap hari tentang PMII.
Generasi milennial tidak suka hal yang bertele-tele, mereka cenderung suka hal yang berbau visual maka buatlah video-video pendek. Misalnya saja membuat video satu menit di media sosial instagram atau membuat video blog (vlog) yang lebih panjang di youtube. Susah-susah gambang memang, tapi ya inilah kids PMII jaman now.
Egi Arisandi, Pemerhati Kids PMII Jaman Now





